About Lubricant and Lubrication

Pendahuluan

Pelumas ( Oli ) atau bahasa kerennya Oil ( Lubricants ) bukan kata-kata asing bagi pelaku dunia otomotif, meskipun sebenarnya tidak banyak yang benar-benar mengerti jenis, karakteristik ataupun unjuk kerja suatu pelumas.

Secara umum pelumas terbagi dua kategori yakni :

Pelumas Otomotif, yang terbagi sesuai utilisasinya masing-masing,

  • Minyak lumas mesin bensin / diesel untuk putaran tinggi s/d sangat tinggi.
  • Minyak lumas transmisi manual dan matic.
  • Minyak lumas differential.
  • Gemuk lumas.
  • Dan lain-lain.

Pelumas Industri, yang terbagi sesuai utilisasinya masing-masing,

  • Minyak lumas mesin diesel untuk putaran rendah sampai dengan tinggi.
  • Minyak lumas roda gigi.
  • Minyak lumas hidrolik.
  • Minyak lumas kompresor.
  • Minyak lumas mesin turbin.
  • Minyak lumas transformator.
  • Gemuk lumas bantalan dan bearing.
  • Dan lain-lain.

Pelumas otomotif bersifat lebih dinamis karena diutamakan untuk kendaraan penumpang / angkutan yang memiliki akselerasi sangat variatif mulai idle - rendah - tinggi sampai dengan sangat tinggi, sedangkan pelumas industri bersifat lebih statis karena diutamakan untuk mesin-mesin yang cenderung memiliki akselerasi idle / stationer.

Begitu banyak jenis minyak lumas diciptakan bukan sekedar pilihan tanpa alasan. Pilihan minyak lumas harus disesuaikan dengan karakteristik / rekomendasi mesin dan atau peralatan yang membutuhkannya.

Sebagai contoh : Meskipun sama-sama minyak lumas mesin diesel, minyak lumas mesin diesel putaran rendah (RPM 700 - 2.000) yang biasa dipakai oleh kapal laut berbahan bakar Marine Fuel Oil (MFO) tentunya tidak tepat bila dipakai pada kendaraan penumpang / angkutan dengan spesifikasi minyak lumas diesel putaran tinggi (RPM 1.000 - 5.000) yang berbahan bakar solar.