MEMILIH PELUMAS KENDARAAN BERMOTOR
Memilih pelumas yang baik / cocok untuk kendaraan bermotor gampang-gampang susah. Gampang bila kita mengerti seluk-beluk, kandungan dan unjuk kerja pelumas. Susah karena begitu banyak tawaran produk menyatakan "kecap" nya nomor satu, mulai dari kualitas abal-abal, harga asal dan produk akal-akalan seolah merek international, sampai merek terkenal kelas dunia dengan kriteria produk dilebih-lebihkan agar dapat dijual dengan harga mahal, padahal kualitas belum tentu handal.
Perkembangan teknologi pelumas tidak lepas dari perkembangan teknologi mesin. Berawal dari tuntutan principal kendaraan bermotor yang menginginkan performa mesin lebih baik dari sebelumnya, maka design mesin terbaru dengan segala tuntutan performanya terutama dalam hal pelumasan dikoordinasikan dengan perusahaan additives.
Perusahaan additives melakukan riset, pengembangan, laboratorium test, dan simulasi running test untuk memenuhi tuntutan pelumasan design mesin terbaru tersebut. American Petroleum Institute (API), Associaton des Constructeurs Europeens d Automobile (ACEA), dan Principal kendaraan bermotor setelah membuktikan unjuk kerja dan running test mesin akhirnya memberikan sertifikasi sehingga suatu paket additives berhak menyandang performance level / technical approval (contoh) : API Service SM/CF, ACEA A3/B3/B4/C3-04, Mercedes Benz p229.31, VW 502.00/505.00, PORSCHE, BMW LONGLIFE OIL-04, dan lain-lain.
Dalam hal performance level / technical approval, suatu paket additives mensyaratkan tingkat kualitas minimum dan persentasi pemakaian masing-masing base oil (contoh : group 3), viscosity modifier, dan oil flow improver yang harus digunakan. Tanpa memenuhi persyaratan yang diminta tentunya performance level / technical approval yang merupakan bawaan paket additives menjadi tidak berlaku.
Formulasi pelumas terbaik sangat bergantung kepada paket additives. Konsekuensinya kita harus mengetahui merk, dan type additives yang dipakai, hal mana tentunya akan mustahil bagi produsen pelumas untuk memaparkan racikan formulasi masing-masing secara rinci.
Namun tidak demikian halnya dengan informasi jenis & komposisi base oil yang dipakai dalam suatu pelumas, sudah sepantasnya untuk disebutkan dalam kemasan masing-masing, contoh : group-1 MINERAL base oil, group-2 SEMI SYNTHETIC / SYNTHETIC BLEND base oil, exceeds group-2 HYDROCRACKED base oil, group-3 HIGH VISCOSITY INDEX (HVI) SYNTHETIC base oil, group-4 POLY ALPHA OLEFIN (PAO) SYNTHETIC base oil , group-5 ESTER SYNTHETIC base oil, dan lain-lain.
Jenis dan komposisi base oil, dapat mencerminkan kualitas suatu pelumas.
Contoh : group-1 MINERAL base oil akan percuma memakai paket additives terbaik, karena kualitas pelumas terbatasi performa base oil-nya. Semakin baik paket additives akan mensyaratkan tingkatan (group) base oil yang lebih tinggi juga.
Penjelasan tersebut memperlihatkan bahwa untuk membuat pelumas kualitas terbaik tidak sulit, karena bila didukung perusahaan additives yang didominasi 3 besar dunia yakni : Infineum, Lubrisol, dan Oronite maka banyak pilihan formula paket additives kelas teratas dunia dapat diperoleh.
Permasalahannya, tidak mudah untuk mendapat akses dan dukungan dari perusahaan additives tersebut. SAINZ termasuk salah satu merk pelumas yang beruntung karena pabrikan pelumas SAINZ di SINGAPORE adalah Exclusive Agent salah satu perusahaan additives tiga besar dunia tersebut, sehingga SAINZ dengan mudahnya memilih formulasi-formulasi pelumas terkini kelas teratas dunia.
Berdasarkan formulasi pelumas pilihan terbaik yang disesuaikan dengan pasar Indonesia, ditambah dukungan pabrikan langsung, efisiensi, dan produktivitas tinggi, maka SAINZ dapat memberikan pelumas kelas teratas dengan harga pantas.
Suatu hal yang sulit dilakukan oleh merk terkenal dunia akibat beban biaya royalty, korporasi, promosi berlebih, gaji mahal, in-efisiensi, dan lain-lain yang membuat mereka tidak dapat survive tanpa margin besar. |